Palembang, 24 Oktober 2025 – Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang mengadakan Kuliah Pakar “Healing Through Art Therapy (HEART): Creative Pathways to Mental Wellness”, untuk memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang keperawatan jiwa dan layanan kanker. Kegiatan dibuka oleh Direktur Poltekkes, Bapak M. Taswin, SSi., Apt., MM., Mkes. Kuliah pakar ini diselenggarakan secara hybrid dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta praktisi kesehatan.

Narasumber, Untung Dharmawan, SPsi, MPsi, Psikolog, menjelaskan bahwa art therapy adalah pendekatan terapeutik untuk membantu individu mengungkapkan emosi, mengurangi distress, dan mengatur emosi, terutama untuk kelompok rentan seperti pasien kanker yang sering menghadapi kecemasan dan perubahan citra tubuh. Materi ini relevan dengan keunggulan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palembang dalam pelayanan kanker. Melalui terapi seni (Art Therapy), perawat dapat membantu pasien mengekspresikan perasaan tanpa harus berbicara panjang, menjadikan intervensi lebih bermakna dan manusiawi.

Pada sesi tanya jawab dan diskusi, peserta melakukan praktik menggambar bebas untuk mengekspresikan perasaan mereka, yang kemudian dibahas dan dianalisis bersama narasumber. Kuliah pakar ini menguatkan komitmen Jurusan Keperawatan dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan memperkuat keunggulan jurusan di bidang keperawatan kanker dengan pendekatan suportif dan empatik, dengan harapan ilmu ini dapat diterapkan dalam praktik pendampingan pasien dan keluarga.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan program pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Palembang. Dengan memperkenalkan pendekatan terapi seni sebagai bagian dari intervensi keperawatan, jurusan berupaya meningkatkan kapasitas perawat dalam memberikan pelayanan yang holistik dan berpusat pada pasien. Ke depannya, kolaborasi lintas profesi antara perawat, psikolog, dan tenaga kesehatan lainnya diharapkan semakin kuat untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan emosional pasien.

Leave a Comment